Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap munculnya perilaku fear of missing out (FoMO) dan overbuying di kalangan mahasiswa Universitas Airlangga. Fenomena FoMO menggambarkan rasa cemas atau takut tertinggal dari pengalaman sosial yang dialami orang lain, yang sering kali mendorong seseorang untuk berperilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional melalui penyebaran kuesioner daring kepada mahasiswa aktif setingkat S1 Universitas Airlangga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis korelatif untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial, tingkat FoMO, dan perilaku overbuying serta metode analisis regresi untuk mengetahui pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh positif terhadap tingkat FoMO dan perilaku overbuying. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi institusi pendidikan untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran mahasiswa dalam menggunakan media sosial secara bijak agar tidak terjebak pada perilaku konsumtif berlebihan.
Copyrights © 2026