Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penguatan pelayanan kesehatan primer dan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Di Kabupaten Indragiri Hulu, capaian pelayanan penderita hipertensi tahun 2025 baru mencapai 36% dari target 100%, sehingga terdapat kesenjangan sebesar 64%. Kegiatan residensi ini bertujuan menganalisis penyebab rendahnya capaian SPM pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan menyusun alternatif strategi peningkatan pelayanan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, diskusi, dan telaah data sekunder. Analisis dilakukan menggunakan Problem Solving Cycle, metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG), serta Fishbone Analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya capaian dipengaruhi keterbatasan SDM, beban kerja tinggi, belum optimalnya Posbindu PTM dan skrining aktif, keterbatasan sarana, sistem pelaporan, pembiayaan, serta partisipasi masyarakat. Solusi yang dipilih adalah optimalisasi skrining hipertensi melalui Posbindu PTM terintegrasi Integrasi Layanan Primer (ILP).
Copyrights © 2026