Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba, baik secara parsial maupun simultan, pada perusahaan industri logam dan mineral yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022–2024. Populasi penelitian berjumlah 38 perusahaan, dengan teknik purposive sampling diperoleh 14 perusahaan yang memenuhi kriteria sampel, sehingga total data yang digunakan sebanyak 42 data (14 perusahaan x 3 tahun). Struktur modal diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan diproksikan dengan logaritma natural total aset (Ln Total Aset), dan kualitas laba diukur menggunakan Quality of Income Ratio (QIR). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda yang didahului uji asumsi klasik dengan bantuan SPSS versi 26. Masalah autokorelasi pada model awal ditangani melalui transformasi Cochrane-Orcutt, sedangkan proses eliminasi data outlier mengurangi jumlah data dari 42 menjadi 36 data. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi struktur modal sebesar 0,981 (> 0,05) sehingga H1 ditolak, sedangkan nilai signifikansi ukuran perusahaan sebesar 0,002 (< 0,05) sehingga H2 diterima dengan arah pengaruh negatif. Secara simultan, nilai signifikansi sebesar 0,026 (< 0,05) sehingga H3 diterima, dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,182 (18,2%). Dapat disimpulkan bahwa struktur modal secara parsial tidak berpengaruh terhadap kualitas laba, namun ukuran perusahaan berpengaruh signifikan, dan kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba perusahaan industri logam dan mineral.
Copyrights © 2026