Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self compassion dengan impostor phenomenon pada mahasiswa dengan IPK tinggi di Sumatera Barat. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 152 mahasiswa dengan IPK ≥ 3,51 dari 5 perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Welas Diri (SWD) yang telah diadaptasi dari Self Compassion Scale (SCS) dari Neff (2003) dan juga menggunakan skala impostor phenomenon yang diadaptasi dari Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS). Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan impostor phenomenon (r = -0,568, p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan self compassion yang lebih tinggi cenderung memiliki impostor phenomenon yang lebih rendah. Gambaran self compassion pada mahasiswa dengan IPK tinggi di Sumatera Barat berada pada kategori sedang (70,4%) dan impostor phenomenon (45,4%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi self compassion untuk mengurangi impostor phenomenon pada mahasiswa.
Copyrights © 2026