Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan employee well-being ditinjau berdasarkan status kepegawaian petugas pemadam kebakaran Sumatera Barat. Employee well-being merujuk pada kondisi kesejahteraan karyawan yang tidak hanya dari tempat kerja tetapi juga mencakup kesejahteraan secara keseluruhan mencakup faktor fisik, psikologis, serta kehidupan pribadi masing-masing individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sebanyak 270 petugas pemadam kebakaran di Sumatera Barat yang diperoleh melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala employee well-being yang terdiri dari 18 item. Uji normalitas shapiro-wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis menggunakan uji kruskal-wallis serta uji lanjut (post hoc) menggunakan uji dunn-bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara keseluruhan employee well-being ditinjau berdasarkan status kepegawaian petugas pemadam kebakaran Sumatera Barat dengan nilai signifikan (0,083 > 0,05). Pada analisis per aspek, hanya aspek psychological well-being yang menunjukkan perbedaan dengan nilai signifikan (0,020 < 0,05). Namun, analisis lanjut (post hoc) tidak menunjukan adanya pasangan kelompok yang berbeda secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa status kepegawaian bukan merupakan faktor yang membedakan employee well-being petugas pemadam kebakaran di Sumatera Barat.
Copyrights © 2026