Borneo Nursing Journal
Vol. 8 No. 2 (2026)

Hubungan Kadar Glukosa Darah dan Jumlah Limfosit dengan Derajat Infeksi Luka pada Pasien Ulkus Diabetikum

Sevia Putri (Poltekkes Kemenkes Malang)
Sulastyawati (Poltekkes Kemenkes Malang)
Taufan Arif (Poltekkes Kemenkes Malang)
Budiono (Poltekkes Kemenkes Malang)



Article Info

Publish Date
12 Aug 2026

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang sering ditemukan dalam praktik klinis dan menjadi penyebab utama morbiditas akibat tingginya resiko infeksi, ganggren, serta amputasi pada ekstermitas bawah. Faktor kadar glukosa darah dan jumlah limfosit diduga berperan penting dalam menentukan derajat infeksi luka. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar glukosa darah dan jumlah limfosit dengan derajat infeksi luka pada pasien ulkus diabetikum. Penelitian menerapkan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling, melibatkan 35 pasien ulkus diabetikum. Instrumen penelitian berupa lembar observasi derajat infeksi kaki diabetes. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar glukosa darah dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = 0,704), yang menandakan hubungan kuat dan searah. Selain itu, jumlah limfosit juga berhubungan signifikan dengan derajat infeksi luka (p = 0,001; r = -0,753), menunjukkan hubungan kuat namun berlawanan arah. Hiperglikemia kronis menimbulkan mikroangiopati yang ditandai dengan penebalan dinding kapiler, berkurangnya elastisitas, serta hambatan aliran darah ke jaringan perifer. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit maupun saraf motorik tidak optimal, sehingga kulit menjadi rapuh, mudah rusak, dan fungsi motorik terganggu. Lebih lanjut, hambatan aliran darah ini menimbulkan hipoksia jaringan yang memperburuk kerusakan sel sekaligus menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Dalam kondisi tersebut, terjadi peradangan aktif yang ditandai dengan peningkatan jumlah neutrofil. Sebaliknya, limfosit sebagai bagian dari sistem imun adaptif mengalami penurunan akibat apoptosis yang dipicu mediator inflamasi, redistribusi ke jaringan terinfeksi, serta gangguan proliferasi akibat stres sistemik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BNJ

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Neuroscience Nursing Public Health

Description

Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan ...