Status gizi merupakan indikator penting yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, dan konsentrasi belajar anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis status gizi siswa kelas 2 SDN Kowel 1 Kabupaten Pamekasan berdasarkan indeks antropometri Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei lapangan. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswa kelas 2 sebanyak 32 siswa, terdiri atas 18 laki-laki dan 14 perempuan, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital dan tinggi badan menggunakan stadiometer/microtoise, kemudian dianalisis berdasarkan Standar Antropometri Anak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mengacu pada WHO 2007 menggunakan nilai Z-Score. Hasil analisis TB/U menunjukkan 28 siswa (87,5%) berkategori normal, 3 siswa (9,375%) pendek, dan 1 siswa (3,125%) sangat pendek. Berdasarkan IMT/U, sebanyak 24 siswa (75%) memiliki status gizi normal, 4 siswa (12,5%) gizi kurang, 1 siswa (3,125%) gizi buruk, 2 siswa (6,25%) overweight, dan 1 siswa (3,125%) obesitas. Temuan menunjukkan adanya beban gizi ganda, ditandai dengan keberadaan masalah kekurangan dan kelebihan gizi secara bersamaan. Diperlukan kolaborasi sekolah, guru PJOK, Puskesmas, dan orang tua melalui edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta aktivitas fisik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026