Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan kesehatan reproduksi, namun pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah masih menghadapi kendala berupa metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendidikan kesehatan reproduksi komplementer bagi remaja SMP Ikhlasiyah Palembang, yang mengintegrasikan edukasi interaktif, peer education, media digital, permainan edukatif, dan konseling. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan sikap, wawancara mendalam, observasi, serta lembar validasi ahli, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dan Content Validity Index (CVI). Hasil validasi ahli menunjukkan model dinyatakan layak digunakan dengan nilai rata-rata S-CVI/Ave sebesar 0,94. Hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 17,40 menjadi 24,60 (p-value<0,001; Cohen's d=4,78) dan skor sikap dari 68,20 menjadi 96,50 (p-value<0,001; Cohen's d=7,06), dengan proporsi responden bersikap positif meningkat dari 80% menjadi 100% setelah intervensi. Model pendidikan kesehatan reproduksi komplementer yang dikembangkan (KOMPAK-Repro) terbukti valid dan efektif meningkatkan pengetahuan serta sikap remaja SMP Ikhlasiyah Palembang, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif pendekatan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah.
Copyrights © 2026