Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar terstruktur, perkembangan keterampilan berbicara, serta pengaruh lingkungan belajar terstruktur terhadap perkembangan keterampilan berbicara anak usia 5–6 tahun di TK Al-Jabbar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak yang belum menunjukkan keterampilan berbicara secara optimal, seperti cenderung pasif, kurang berani mengungkapkan pendapat, dan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 12 anak yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, terdiri atas 6 anak pada kelompok eksperimen dan 6 anak pada kelompok kontrol. Data lingkungan belajar terstruktur dikumpulkan melalui observasi guru, sedangkan keterampilan berbicara diukur menggunakan enam indikator, yaitu kejelasan pengucapan, kemampuan menjawab pertanyaan, kemampuan mengungkapkan ide, kemampuan berbicara, kelancaran berbicara, dan keberanian berbicara pada pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas Shapiro-Wilk, homogenitas Levene’s Test, serta uji hipotesis Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lingkungan belajar terstruktur oleh guru memperoleh persentase 97,2% dengan kategori sangat baik. Data pre-test dan post-test berdistribusi normal dan homogen. Rata-rata skor keterampilan berbicara meningkat dari 15,50 menjadi 21,00 dengan nilai korelasi 0,845. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, disimpulkan bahwa lingkungan belajar terstruktur berpengaruh signifikan terhadap perkembangan keterampilan berbicara anak usia 5–6 tahun di TK Al-Jabbar.
Copyrights © 2026