Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah rumah tangga di lima kelurahan terdampak banjir di Kecamatan Nanggalo yang berjumlah 24.863 kepala keluarga. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin pada batas kesalahan 10% dan diambil dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 99 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dua puluh butir berskala Likert lima tingkat yang mengukur satu variabel utama, yaitu partisipasi dengan dua belas butir tindakan, serta dua variabel faktor, yaitu pengetahuan dan sikap dengan masing-masing empat butir. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori Tinggi dengan capaian 83,37% dan rata-rata skor 4,17 dari skala 5. Bentuk partisipasi dengan capaian tertinggi adalah pemeliharaan dan pembersihan drainase (88,42%), diikuti gotong royong (86,87%), pelaporan titik genangan (82,83%), dan keikutsertaan sosialisasi (75,35%). Di antara faktor yang diukur, sikap merupakan faktor yang paling membedakan kelompok di atas dan di bawah median skor partisipasi dengan selisih rata-rata 1,17, sedangkan pengetahuan berselisih jauh lebih kecil, yaitu 0,39, karena telah merata pada kategori Sangat Tinggi (92,07%). Karena sikap dan partisipasi diukur melalui satu instrumen yang sama, temuan tersebut menunjukkan keterkaitan antarvariabel dan bukan hubungan sebab-akibat.
Copyrights © 2026