Pengendalian persediaan HPL Taco pada CV. Fatah Jaya Kudus masih belum optimal karena proses pemesanan dilakukan berdasarkan perkiraan kebutuhan dan belum menggunakan perhitungan jumlah pemesanan yang optimal. Kondisi tersebut menyebabkan ketidaksesuaian antara jumlah pemesanan dan tingkat penjualan, sehingga dapat menimbulkan kelebihan persediaan (overstock) pada beberapa produk serta kekurangan persediaan (stockout) pada produk lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi persediaan HPL Taco serta menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point (ROP) untuk meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan dan meminimalkan risiko stockout. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data penjualan dan persediaan HPL Taco periode Januari–Desember 2025. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, Safety Stock untuk menentukan persediaan pengaman, dan ROP untuk menentukan titik pemesanan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan EOQ menurunkan frekuensi pemesanan dari 33 kali menjadi 18 kali per tahun, dengan jumlah pemesanan optimal sebesar 147 lembar untuk kode AA, 76 lembar untuk kode H, dan 61 lembar untuk kode JG. Total biaya pemesanan menurun dari Rp13.977.360 menjadi Rp6.854.748, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp7.122.612 per tahun. Hasil perhitungan Safety Stock sebesar 119 lembar untuk kode AA, 168 lembar untuk kode H, dan 224 lembar untuk kode JG. Penerapan EOQ, Safety Stock, dan ROP dapat membantu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan dan mengurangi risiko stockout.
Copyrights © 2026