Pembangunan desa yang partisipatif menuntut lembaga ekonomi desa mengelola potensi lokal melalui komunikasi dua arah dengan masyarakat, termasuk pada unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola lembaga usaha milik Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pengurus lembaga usaha desa tersebut dalam memetakan pola komunikasi pembangunan yang telah dijalankan sebagai dasar penyusunan strategi komunikasi partisipatif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah liputan lapangan yang memadukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi audiovisual, dilaksanakan pada pertengahan tahun dua ribu dua puluh enam di lokasi unit usaha peternakan dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan melibatkan satu narasumber utama, yaitu direktur lembaga usaha desa, serta pengurus dan pekerja kandang sebagai objek observasi dan dokumentasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan populasi ayam petelur sekitar seribu ekor dengan tingkat produktivitas sekitar enam puluh persen dan pendapatan kotor sekitar dua puluh juta rupiah, yang didistribusikan melalui warung kelontong, pelaku usaha kecil desa, dan dapur penyedia makanan bergizi setempat. Ditemukan pula kesenjangan koordinasi antarlembaga pada rantai pasok hasil kebun pendukung serta tantangan kenaikan harga pakan yang menekan keuntungan usaha. Kegiatan ini bermanfaat memberikan gambaran nyata mengenai pola komunikasi dan tata kelola unit usaha kepada pengurus lembaga desa. Kesimpulannya, kegiatan pendampingan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan unit usaha peternakan ayam petelur sebagai sumber pemberdayaan ekonomi warga Desa Karang Satria, yang tercermin dari terbukanya akses pendapatan bagi pengurus dan pekerja kandang, terjalinnya distribusi hasil usaha ke warung kelontong, pelaku usaha kecil desa, dan dapur penyedia makanan bergizi setempat, serta meningkatnya pemahaman pengurus BUMDes mengenai pola komunikasi dua arah yang mendukung keterlibatan masyarakat secara optimal dan berkelanjutan dalam unit usaha ketahanan pangan desa.
Copyrights © 2026