Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik kelas VII SMP pada materi kesebangunan dan terbatasnya media pembelajaran yang interaktif berbasis budaya lokal. Meskipun sejumlah penelitian telah mengkaji bahan ajar berbasis etnomatematika dan virtual laboratory secara terpisah, belum ada yang mengintegrasikan keduanya khusus untuk materi kesebangunan di SMP dengan konteks Candi Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan virtual laboratory berbasis etnomatematika Candi Muaro Jambi untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi kesebangunan, serta mendeskripsikan kualitasnya dari aspek validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Metode yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) oleh Thiagarajan (1974). Virtual laboratory dikembangkan menggunakan Adobe Animate CC dan didistribusikan dalam format .APK dan .APP. Hasil validasi materi 91% dan desain 89%, keduanya "Sangat Valid." Praktikalitas guru 87% dan peserta didik 81%, keduanya "Sangat Praktis." Uji efektivitas menunjukkan rata-rata pretest 41,94% (Kurang) meningkat menjadi 70,83% pada posttest (Baik), dengan N-Gain 0,4976 berkategori sedang. Virtual laboratory berbasis etnomatematika Candi Muaro Jambi dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik pada materi kesebangunan.
Copyrights © 2026