Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan
Vol 1 No 4 (2024): Oktober-Desember

Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Antenatal Pertama (K1) pada Ibu Hamil di Puskesmas Dulukapa

Sri Endang Gobel (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)
Fatmah Zakaria (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)
Fidyawati Aprianti A. Hiola (Universitas Muhammadiyah Gorontalo)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2024

Abstract

Latar Belakang dan TujuanCakupan kunjungan antenatal pertama (K1) merupakan indikator krusial dalam asuhan kebidanan untuk memastikan deteksi dini risiko kehamilan. Upaya ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI). Data Riskesdas 2018 menunjukkan cakupan K1 rata-rata nasional berada di angka 96,1%, namun retensi pada K4 menurun menjadi 74,1%. Hal ini mengindikasikan bahwa pelayanan antenatal secara nasional masih memerlukan optimalisasi agar sejalan dengan target Rencana Strategis (Renstra) dan RPJMN 2020-2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan K1 pada ibu hamil di Puskesmas Dulukapa. MetodePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan observasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 130 ibu hamil, dengan penarikan sampel sebanyak 38 responden. Analisis data untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji statistik bivariat Chi-square. HasilHasil uji statistik menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kunjungan K1. Faktor-faktor tersebut meliputi: tingkat pengetahuan (p = 0,011), sikap ibu hamil (p = 0,011), dukungan suami (p = 0,001), dukungan keluarga (p = 0,016), serta persepsi terhadap sikap petugas kesehatan (p = 0,011), di mana seluruh nilai p-value < 0,05. KesimpulanFaktor internal (pengetahuan dan sikap) maupun faktor eksternal (dukungan keluarga, suami, dan petugas kesehatan) memiliki keterkaitan yang kuat terhadap kepatuhan kunjungan K1. Oleh karena itu, pendekatan promosi kesehatan harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan keluarga inti serta meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal tenaga kesehatan.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

smk

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Kisi Berkelanjutan merupakan akronim dari Karya Inovasi Berkelanjutan, Sains Medis dan Kesehatan, dengan cakupan terbitan pada keilmuan medis, kesehatan, dan termasuk juga biomedis. Jurnal diidentifikasi sebagai Jurnal Akses Terbuka demi penyebarluasan ilmu pengetahuan yang merata. Kisi ...