Indonesia merupakan negara yang berfokus pada pertanian dimana sektor ini memiliki posisi penting dalam ekonomi nasional. Ini terlihat dari banyaknya penduduk dan tenaga kerja yang tergantung pada aktivitas pertanian serta kontribusi besar untuk perekonomian Indonesia, kopi menjadi sumber pendapatan utama bagi para petani (Mubyarto,2023).Kopi robusta merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia, karena memiliki harga jual yang cukup tinggi. Dari total produksi kopi, sebanyak 67 persen diekspor ke negara lain sementara 33 persen digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Di Indonesia terdapat dua jenis tanaman kopi yang paling banyak dibudidayakan yaitu arabika dan Robusta Kopi Robust, dari kedua jenis kopi tersebut yang paling banyak dibudidayakan dengan luas mencapai 1,2 juta hektar atau 92 persen dari total kopi yang ada di Indonesia adalah kopi robusta (BPS Kabupaten Kepahiang 2024). Hal ini dikarenakan Robusta memiliki kemampuan adaptasi yang baik tingkat, produktivitas yang tinggi serta ketahanan yang relatif terhadap hama dan penyakit.Meskipun memiliki potensi yang besar, petani kopi robusta di Desa Batu Ampar masih menghadapi berbagai masalah yang dihadapi dapat memengaruhi tingkat produksi. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap produksi kopi robusta antara lain luas lahan garapan, penggunaan tenaga kerja, umur tanaman, serta penggunaan pupuk yang belum optimal. Faktor-faktor produksi tersebut memiliki peranan penting dalam menentukan keberhasilan usahatani kopi robusta, karena berkaitan langsung dengan produktivitas dan hasil panen yang diperoleh petani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan untuk menguji hubungan antar variabel melalui pengumpulan data berupa angka yang dianalisis menggunakan teknik statistik. Pendekatan ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang objektif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani kopi robusta. hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel tenaga kerja yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi robusta dengan nilai signifikansi sebesar 0,044 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan tenaga kerja yang efektif dapat meningkatkan produksi kopi robusta variabel luas lahan, umur tanaman, dan penggunaan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap produksi kopi robusta karena memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Secara keseluruhan, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,176 menunjukkan bahwa variabel luas lahan, tenaga kerja, umur tanaman, dan pupuk NPK hanya mampu menjelaskan variasi produksi kopi robusta sebesar 17,6%, sedangkan sebesar 82,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian, seperti kondisi iklim, curah hujan, kesuburan tanah, teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan bibit unggul, serta praktik pemeliharaan tanaman.
Copyrights © 2026