Drafter sangatlah penting bagi suatu perusahaan dikarenakan harus merancang suatu hal yang akan diciptakan, sehingga seorang drafter dituntut untuk menguasai beberapa software (perangkat lunak) pendukung. Oleh karena itu, secara tidak langsung menuntut calon drafter memilki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Namun, masalah yang ditemukan pada CV. Sibaut Jaya adalah proses pemilihan terkadang dilakukan secara penunjukkan langsung tanpa menggunakan kriteria yang ditentukan ataupun kualifikasi khusus sehingga menimbulkan resiko adanya subjektivitas dalam pemilihan. Terkadang pihak CV.Sibaut Jaya hanya memperhatikan dari satu keahlian yang dimiliki saja, contohnya adalah ketika seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan S2 maka bisa jadi langsung diterima menjadi seorang Drafter tanpa memperhatikan kriteria lainnya. Padahal, posisi ini membutuhkan tidak hanya satu keahlian saja. Maka dari itu dibangunlah sebuah Sistem Pendukung Keputusan yang dapat melakukan penilaian dalam pemilihan drafter proyek konstruksi. Sistem ini nantinya akan dikombinasikan dengan metode MOORA sebagai metode komputasi. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sistem yang telah dibangun memiliki tampilan serta dapat berfungsi sesuai dengan rancangan yang telah dibuat, dari hasil perhitungan terhadap 5 data kriteria dan 10 data alternatif sistem mampu menghasilkan nilai yang sama dengan perhitungan secara manual menggunakan metode MOORA, dimana alternatif dengan nama Rio Purnomo berada pada rangking pertama dalam pemilihan Drafter Proyek konstruksi dengan nilai 0,3653.
Copyrights © 2026