Journal of Public Health Concerns
Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns

Sosialisasi sehat tanpa hipertensi (SEHATI) pada ibu kader PKK sebagai upaya pencegahan hipertensi

Azizah Puspaningtyas (Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga)
Ayik Mirayanti Mandagi (Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

Background: Hypertension is a public health issue with a high prevalence, particularly among women of reproductive age. Limited early detection and knowledge regarding hypertension prevention at the community level necessitate educational interventions. The "SEHATI" (Healthy Without Hypertension) outreach program was designed to increase knowledge and facilitate the early detection of hypertension among family welfare empowerment (FWE) cadres in Banjar Village, Licin District, Banyuwangi. Purpose: To evaluate the effectiveness of the "SEHATI" program in increasing knowledge about hypertension and assessing blood pressure status among FWE cadres as a hypertension prevention measure. Method: The activity was conducted on Saturday, May 31, 2025, at the Banjar Village Hall, Licin District, Banyuwangi. A one-group pretest-posttest design was employed, utilizing purposive sampling to select 20 FWE cadres as respondents. The intervention consisted of educational sessions including lectures, participatory discussions, and educational games alongside anti-hypertension exercises and blood pressure screenings. Knowledge improvement was measured using pretest and posttest questionnaires. Descriptive data analysis was used to describe respondent characteristics and blood pressure screening results, while inferential analysis using a paired t-test was employed to measure the improvement in knowledge among the FWE cadres of Banjar Village. Results: The study showed that the mean age of respondents was 40.2 years (SD ±5.47 years), with the majority (n=10; 50.0%) falling within the 30–40 age range. Blood pressure assessments revealed that most respondents (n=10; 50.0%) fell into the Stage 1 hypertension category. Meanwhile, a paired-samples t-test comparing pre-test and post-test knowledge scores yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.0001623. Conclusion: The "Sehat Tanpa Hipertensi" (SEHATI) program demonstrated a significant positive impact on increasing the knowledge of FWE cadre members regarding hypertension risks. A combination of education, games, and physical activity (anti-hypertension exercises) contributed positively to improving the participants' knowledge. Early detection through blood pressure checks demonstrated that community-based screening is effective in preventing fatal complications, thereby enabling rapid intervention based on required health services. Suggestion: It is recommended that the SEHATI program be continued and expanded to the entire community of Banjar Village. Continuous education regarding healthy diets, physical activity, and early hypertension detection should be strengthened to translate knowledge into behavioral change. Regular blood pressure monitoring should be conducted particularly for pre-hypertensive and hypertensive groups with support from the Community Health Center and the Integrated Health Post . Keywords: FWE cadre members; Health education; Hypertension; Prevention Pendahuluan: Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi, khususnya pada perempuan usia produktif. Keterbatasan deteksi dini dan pengetahuan mengenai pencegahan hipertensi di tingkat komunitas memerlukan intervensi edukatif. Program sosialisasi "SEHATI" (Sehat Tanpa Hipertensi) dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi hipertensi dini pada ibu kader PKK Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Tujuan: Menilai efektivitas sosialisasi “SEHATI” dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi dan mendeteksi status tekanan darah pada ibu kader PKK sebagai upaya pencegahan hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2025 di Balai Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Kegiatan ini menggunakan pendekatan one group pretest and posttest design dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling mendapatkan 20 ibu kader PKK untuk menjadi responden. Intervensi diberikan berupa edukasi melalui ceramah, diskusi partisipatif, games edukatif, senam anti hipertensi, dan pemeriksaan tekanan darah. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan instrumen kuesioner pretest dan posttest. Analisis data deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik dan hasil pemeriksaan tekanan darah responden dan analisis inferensial menggunakan paired t-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu kader PKK Desa Banjar. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 40.2 tahun dengan standar deviasi ±5.47 tahun dan mayoritas responden berada direntang usia 30-40 tahun yaitu sebanyak 10 responden (50.0%). Sedangkan untuk pemeriksaan tekanan darah responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam kategori hipertensi tingkat-1 yaitu sebanyak 10 responden (50.0%). Sementara itu uji paired samples test antara nilai pengetahuan pretest dan posttest mendapatkan nilai sig. (2-Tailed) sebesar 0.0001623. Simpulan: Program sehat tanpa hipertensi (SEHATI) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu kader terkait risiko hipertensi. Kombinasi edukasi, games, dan aktivitas fisik (senam anti hipertensi) berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan sasaran. Deteksi dini pengecekan tekanan darah juga menunjukkan bahwa skrining komunitas efektif dalam mencegah komplikasi fatal sehingga dapat mengambil langkah intervensi cepat berdasarkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Saran: Disarankan program SEHATI dilanjutkan dan diperluas ke seluruh masyarakat Desa Banjar. Perkuat edukasi berkelanjutan tentang pola makan sehat, aktivitas fisik, dan deteksi dini hipertensi agar pengetahuan berubah menjadi perilaku. Lakukan pemantauan rutin tekanan darah, terutama pada kelompok pra-hipertensi dan hipertensi, dengan dukungan Puskesmas dan Posyandu.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

phc

Publisher

Subject

Nursing Public Health

Description

Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami ...