Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang aman dan ramah lingkungan. Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid, dan fenol yang berpotensi sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas larvasida antara ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode maserasi etanol 96%, dilanjutkan skrining fitokimia, serta uji larvasida terhadap larva instar III dengan konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% (tiga kali pengulangan). Hasil skrining menunjukkan ekstrak buah positif terpenoid dan negatif steroid, sedangkan ekstrak tangkai positif steroid dan negatif terpenoid; keduanya positif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Uji mortalitas menunjukkan kedua ekstrak efektif membunuh larva dengan kematian 100% pada konsentrasi 2%, di mana ekstrak buah bekerja lebih cepat. Ekstrak buah mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% sejak jam ke-2 dan seluruh konsentrasi uji mencapai mortalitas 100% pada jam ke-4, sedangkan ekstrak tangkai mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% pada jam ke-5 dan seluruh konsentrasi uji pada jam ke-6. Disimpulkan bahwa ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting sama-sama berpotensi sebagai biolarvasida, namun ekstrak buah menunjukkan efektivitas lebih tinggi pada waktu paparan yang lebih singkat.
Copyrights © 2026