Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8

Perbandingan Ekstrak Buah Dan Tangkai Buah Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum L.) Sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes aegypti

Vera Desita Amelia (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Indonesia)
Dwi Susanti (Program Studi Teknik Biomedis, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Indonesia)
Putri Amalia (Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
14 Aug 2026

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus berpotensi menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif larvasida nabati yang aman dan ramah lingkungan. Cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid, dan fenol yang berpotensi sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan membandingkan kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas larvasida antara ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode maserasi etanol 96%, dilanjutkan skrining fitokimia, serta uji larvasida terhadap larva instar III dengan konsentrasi 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% (tiga kali pengulangan). Hasil skrining menunjukkan ekstrak buah positif terpenoid dan negatif steroid, sedangkan ekstrak tangkai positif steroid dan negatif terpenoid; keduanya positif alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Uji mortalitas menunjukkan kedua ekstrak efektif membunuh larva dengan kematian 100% pada konsentrasi 2%, di mana ekstrak buah bekerja lebih cepat. Ekstrak buah mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% sejak jam ke-2 dan seluruh konsentrasi uji mencapai mortalitas 100% pada jam ke-4, sedangkan ekstrak tangkai mencapai mortalitas 100% pada konsentrasi 2% pada jam ke-5 dan seluruh konsentrasi uji pada jam ke-6. Disimpulkan bahwa ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting sama-sama berpotensi sebagai biolarvasida, namun ekstrak buah menunjukkan efektivitas lebih tinggi pada waktu paparan yang lebih singkat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...