Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8

Gambaran Skoring Puma Dan Skoring Mmrc Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Di Pringsewu

Galuh Pravitasari (Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto (Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Apri Lyanda (Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Deviani Utami (Staf Pengajar, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Jordy Oktobiannobel (Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Dwi Robbiardy Eksa (Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Hetty Rusmini (Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
14 Aug 2026

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara persisten dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Deteksi dini dan penilaian gejala penting dilakukan dalam penatalaksanaan PPOK. Kuesioner Proyecto Latinoamericano de Investigación en Obstrucción Pulmonar (PUMA) digunakan sebagai alat skrining risiko PPOK, sedangkan modified Medical Research Council (mMRC) digunakan untuk menilai derajat sesak napas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran skoring PUMA dan skoring mMRC pada pasien PPOK di Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Klinik Harum Melati Pringsewu menggunakan data rekam medis pasien PPOK periode 1 Januari 2024 hingga 28 Februari 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi skoring PUMA terbanyak terdapat pada skoring 6 sebanyak 66 pasien (38,8%), diikuti skoring 7 sebanyak 42 pasien (24,7%) dan skoring 5 sebanyak 40 pasien (23,5%). Berdasarkan skoring mMRC, mayoritas pasien berada pada skoring 3 sebanyak 72 pasien (42,4%), diikuti skoring 4 sebanyak 50 pasien (29,4%), skoring 2 sebanyak 42 pasien (24,7%), dan skoring 1 sebanyak 6 pasien (3,5%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien PPOK di Pringsewu memiliki skoring PUMA yang menunjukkan risiko PPOK tinggi serta derajat sesak napas mMRC kategori sedang hingga berat. Penerapan skrining PUMA dan mMRC secara rutin di layanan primer dapat membantu mengidentifikasi risiko PPOK dan derajat sesak napas secara lebih dini.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, ...