Menyusui merupakan praktik nutrisi esensial pada awal kehidupan, status gizi ibu berpengaruh terhadap komposisi dan mendukung tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu pada masa laktasi dan jangka Panjang seperti kanker payudara. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai menyusui dan implikasinya terhadap pertumbuhan anak serta kesehatan ibu. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review melalui basis data ScienceDirect, PubMed, dan DOAJ berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 495 artikel (terbit 2017- 2026) dan kemudian 31 artikel dianalisis secara sistematis. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif menggunakan pendekatan tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa menyusui berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Status gizi ibu memengaruhi berbagai komponen ASI. Overweight, obesitas, diabetes gestasional, dan kualitas pola makan yang kurang baik berhubungan dengan perubahan komponen bioaktif ASI. Perubahan tersebut berimplikasi terhadap pertumbuhan linear, komposisi tubuh, perkembangan imun dan neurologis, kolonisasi mikrobiota usus, serta kesehatan metabolik anak. Pada ibu, praktik menyusui berkontribusi terhadap pemulihan pascapersalinan dan kesehatan reproduksi. Menyusui merupakan tahapan penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan mendukung tumbuh kembang anak. Status gizi ibu menjadi determinan penting komposisi ASI dan pertumbuhan anak melalui berbagai mekanisme biologis. Optimalisasi status gizi sejak prakonsepsi, kehamilan, hingga laktasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas ASI.
Copyrights © 2026