Gangguan mental emosional pada remaja merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi faktor genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial sehingga diperlukan sintesis bukti ilmiah untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan intervensi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis determinan genetik, epigenetik, gizi, dan psikososial yang berkontribusi terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Penelitian menggunakan desain systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran artikel pada PubMed, ScienceDirect, dan Taylor & Francis periode 2021–2026. Seleksi dilakukan oleh dua penelaah independen menggunakan Rayyan, dan 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi disintesis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental emosional pada remaja merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi interaksi faktor biologis dan lingkungan. Variasi gen FKBP5, ANKK1, DRD4, dan GRIN2B meningkatkan kerentanan biologis, sedangkan metilasi DNA memediasi perubahan ekspresi gen akibat paparan lingkungan sejak periode prenatal hingga remaja. Faktor gizi, meliputi metabolisme zat besi, fungsi hormon tiroid, dan sistem endokannabinoid, berhubungan dengan disregulasi neurotransmiter, inflamasi, dan respons stres. Pola asuh, kondisi sosial ekonomi, pengalaman adversitas, bullying, serta lingkungan keluarga dan sekolah turut meningkatkan risiko melalui interaksi dengan mekanisme biologis. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan biopsikososial yang mengintegrasikan biomarker biologis dan faktor lingkungan guna mendukung pencegahan, deteksi dini, serta intervensi yang lebih efektif pada remaja berisiko.
Copyrights © 2026