Cakupan ASI eksklusif di wilayah Puskesmas Air Dingin sangat rendah (31,5%), sejalan dengan tingginyamasalah gizi balita setempat. Beban ganda (double burden) ibu bekerja menjadi tantangan utama dalammempertahankan laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktordeterminan keberhasilan dan kegagalan ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah tersebut. Desain penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancaramendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 18 informan (12 ibu bekerja, 3 bidan, 3 kader) yang dipilihmelalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan thematic analysis dan triangulasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa dukungan nyata (instrumental) dari suami merupakan faktor paling dominandalam menentukan keberhasilan ASI eksklusif, bahkan kemampuannya melampaui hambatan minimnya fasilitasdi tempat kerja. Peran nenek sebagai pengasuh berdampak ganda; menjadi penghambat jika kurang literasi danmenjadi pendukung telaten jika memahami manajemen laktasi. Keberhasilan ibu bekerja juga sangat ditentukanoleh strategi adaptasi proaktif (anticipatory coping) dengan menyiapkan stok ASI perah sejak cuti melahirkan,kemampuan negosiasi waktu di tempat kerja, serta fasilitas penitipan anak yang kooperatif. Intervensi edukasi kedepannya wajib melibatkan partisipasi aktif suami dan pengasuh pengganti.
Copyrights © 2026