Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak. Tingkat pendidikan ibu berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi balita. Rendahnya tingkat pendidikan dapat memengaruhi pola asuh, pemilihan makanan, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang berdampak pada status gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Area Selatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Area Selatan. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berpendidikan SMA, yaitu sebanyak 16 responden (48,5%), sedangkan sebagian besar balita memiliki status gizi baik, yaitu 25 responden (75,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi balita.Kesimpulan: Tingkat pendidikan ibu berhubungan secara signifikan dengan status gizi Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu, semakin baik kemampuan memahami dan menerapkan informasi mengenai gizi.
Copyrights © 2026