p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Regita Aprianda
STIKes Mitra Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Postnatal Treatment Totok Wajah Sebagai Upaya Menurunkan Kecemasan Pada Ibu Nifas di PMB Yenni Kurniawati Kabupaten Langkat Sumatera Utara Tahun 2026 Regita Aprianda; Kismiasih Adethia; Anna Waris Nainggolan; Adelina Sembiring
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62226

Abstract

Kecemasan masa nifas merupakan bentuk rasa cemas yang dialami ibu saat melahirkan dan dapat berdampak buruk terhadap bayi dan kondisi mental ibu. Treatment totok wajah dapat menjadi upaya menurunkan tingkat kecemasan ibu nifas.Tujuan: menganalisis pelaksanaan postnatal treatment totok wajah dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan pada nifas. Metode: penelitian ini adalah kuantitatif desain quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitan adalah seluruh ibu yang melakukan kunjungan postnatal di Praktek Mandiri Bidan Yenni Kurniawati Kabupaten Langkat, Sumut sebanyak 32 orang. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan derajat kemaknaan α = 0.05. Hasil: tingkat kecemasan ibu nifas sebelum diberikan postnatal treatment totok wajah adalah 29 orang (90,6%) mengalami cemas berat dan 3 orang 9,4% mengalami cemas sedang. Setelah perawatan diberikan postnatal treatment totok wajah, tingkat kecemasan membaik secara signifikan, dimana 29 partisipan 90,6% mengalami kecemasan sedang dan 3 partisipan 9,4% mengalami kecemasan ringan. analisis Uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh yang signifikan pelaksanaan postnatal treatment totok wajah terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu nifas di PMB Yenni Kurniawati Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2025 dimana nilai p <0,001 (< 0,05). Kesimpulan: pelaksanaan postnatal treatment totok wajah dapat menurunkan tingkat kecemasan pada Ibu nifas.
Analisis Faktor Tingkat Pendidikan Ibu Terhadap Status Gizi Balita di Wilayah Puskesmas Medan Area Selatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Laura Margaretha Simanjuntak; Kismiasih Adethia; Anna Waris Nainggolan; Adelina Sembiring; Regita Aprianda
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62230

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan pertumbuhan anak. Tingkat pendidikan ibu berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan gizi balita. Rendahnya tingkat pendidikan dapat memengaruhi pola asuh, pemilihan makanan, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang berdampak pada status gizi balita.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Area Selatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Medan Area Selatan. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran status gizi balita, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berpendidikan SMA, yaitu sebanyak 16 responden (48,5%), sedangkan sebagian besar balita memiliki status gizi baik, yaitu 25 responden (75,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan status gizi balita.Kesimpulan: Tingkat pendidikan ibu berhubungan secara signifikan dengan status gizi Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu, semakin baik kemampuan  memahami dan menerapkan informasi mengenai gizi.