Dulu ketika dai berdakwah masih identik dengan mengadakan pengajian yang dilakukan secara tatap muka. Namun sekarang, setelah masa pandemi covid-19, dunia memasuki era digital, dimana hampir tiap orang memiliki gadget, mengakses internet dan memiliki akun media sosial. Hal ini mempengaruhi cara dai dalam berdakwah. Mereka tidak hanya mengadakan pengajian tatap muka, namun juga berdakwah menggunakan media sosial. Beragamnya karakter pengakses media sosial yang juga merupakan objek dakwah, menuntut dai untuk memiliki ciri khas pesan dan cara berdakwah sesuai dengan segmen objek dakwah yang dibidik. Salah satu dai yang melakukan hal tersebut adalah Ustaz Boby Gustiadi. Beliau dalam menyampaikan pesan dakwahnya berbasiskan pada karakter anime populer yang menyasar objek dakwah penggemar anime melalui media Instagram. Ternyata banyak objek dakwah yang mengakses konten-konten dakwah Ustaz Boby Gustiadi tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, bagaimana Ustaz Boby Gustiadi menerapkan teknik-teknik komunikasi persuasi dalam konten-konten dakwahnya yang berbasis pada karakter anime populer. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan teknik komunikasi persuasi yang digunakan oleh Ustaz Boby Gustiadi dalam pesan-pesan dakwahnya di media sosial Instagram. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menafsirkan pesan dakwah yang disampaikan beliau. Hasil kajian menemukan bahwa Ustaz Boby Gustiadi menggunakan teknik asosiasi, integrasi, tataan, dan ganjaran dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya yang berbasis karakter anime populer.
Copyrights © 2026