Lirik lagu ”persembahan dari surga” karya Ahmad Dhani memiliki wacana terhadap kekuasaan yang dianggap lalim dan juga membenarkan perilaku kelalmiman tersebut dengan pembenaran agama, diproduksi dan disebarkan pada akhir rezim orde baru dan permulaan reformasi menjadi lagu yang penuh makna, tetapi masyarakat tidak menangkap esensi wacana terhadap kekuasaan dalam lirik lagu tersebut. Analisis wacana kritis (AWK) digunakan untuk membongkar makna dan wacana yang ada di dalam teks lirik lagu yang sarat akan wacana terhadap kekuasaan di Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk dan menggunakan pendekatan metode kualitatif kritis. Hasil dari studi ini menujukkan lirik lagu ”Persembahan dari Surga” karya Ahmad Dhani dengan pendekatan dimensi analisis teks, kognisi sosial, dan konteks saat teks lirik diproduksi dan disebarkan, memiliki wacana, yaitu: (1) menteladani perjuangan Nabi Muhammad dalam melakukan perlawanan terhadap penguasa yang lalim yang mengatasnamakan agama dan Tuhan sebagai pembenarannya, (2) perlunya menjadi sadar politik dan melakukan perlawanan terhadap penguasa lalim yang menggunakan agama dan Tuhan sebagai pembenaran perilakunya dalam perpolitikan Indonesia, khususnya dalam mencegah lahirnya orde baru berikutnya dan mengawal reformasi lewat pemilu tahun 1999.
Copyrights © 2026