Penelitian ini mengkaji strategi Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinas Kominfo DIY) selaku PPID Utama dalam meningkatkan keterbukaan informasi masyarakat. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan terdiri dari pejabat Dinas Kominfo DIY serta delapan OPD dari berbagai kategori. Analisis menggunakan teori strategi Jack Kooten (1991) yang meliputi strategi organisasi, program, sumber daya, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan inovasi paling signifikan adalah pengaitan nilai Monev KIP dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), yang mengubah keterbukaan informasi dari kewajiban normatif menjadi insentif ekonomi langsung. Program BimTek, sesi pendampingan (meja), dan template website seragam terbukti efektif, terbukti dari peningkatan status Dinas Kesehatan DIY dari peringkat 18 menjadi peringkat 1 informatif. Namun kendala struktural masih ada: tidak adanya SDM khusus PPID, tidak adanya anggaran operasional PPID di sebagian besar OPD, serta fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka strategi yang diterapkan sudah kuat, namun efektivitasnya sangat bergantung pada komitmen internal masing-masing OPD dan keterlibatan aktif pimpinan daerah dalam forum evaluasi nasional.
Copyrights © 2026