Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan transformasi digital ekonomi pedesaan yang keberhasilannya dipengaruhi oleh penerimaan publik dan pengurus. Penelitian ini bertujuan membandingkan persepsi sentimen antara masyarakat di media sosial X dan pengurus koperasi menggunakan metode Knowledge Discovery in Databases (KDD). Analisis sentimen menggunakan algoritma Multinomial Naïve Bayes, sementara teknik Adaptive Synthetic (ADASYN) diterapkan pada data latih untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan kelas (imbalanced data). Komparasi persepsi dievaluasi secara analitik menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas sentimen bernilai positif, baik dari publik (90,9%) maupun pengurus (91,6%). Uji Chi-Square (p-value = 0,7289) mengonfirmasi tidak terdapat perbedaan persepsi yang signifikan antara kedua kelompok. Dari sisi pemodelan, penerapan ADASYN terbukti krusial dalam mengatasi fenomena accuracy paradox, di mana Recall kelas minoritas (negatif) meningkat drastis dari 0,01 menjadi 0,71 dengan akurasi akhir 81,27%. Kesimpulannya, program KDMP diterima dengan sangat baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya penanganan imbalanced data dalam klasifikasi teks dan merekomendasikan pengembangan sistem pemantauan sentimen real-time untuk pemerintah.
Copyrights © 2026