Latar belakang: Driver ambulans memiliki peran strategis dalam pelayanan kegawatdaruratan, tetapi menghadapi berbagai risiko kerja, termasuk kecelakaan lalu lintas, kelelahan, serta paparan bahaya lingkungan dan biologis. Pemahaman dan kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi komponen penting dalam membangun perilaku kerja yang aman. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran driver ambulans Muhammadiyah mengenai penerapan prinsip K3 dalam pelayanan ambulans. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 4 Januari 2026 di Universitas Muhammadiyah Klaten dengan melibatkan 51 driver yang tergabung dalam Ambulans Layanan Umat Muhammadiyah (LautMu) Kabupaten Klaten. Intervensi menggunakan pendekatan participatory training melalui ceramah interaktif dan diskusi partisipatif. Pengetahuan K3 peserta dinilai sebelum dan setelah intervensi berdasarkan kategori baik dan cukup. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 34 peserta (66,7%) memiliki pengetahuan K3 dalam kategori baik dan 17 peserta (33,3%) dalam kategori cukup. Setelah intervensi, proporsi peserta dengan pengetahuan kategori baik meningkat menjadi 42 peserta (82,4%), sedangkan kategori cukup menurun menjadi 9 peserta (17,6%). Kesimpulan: Pendekatan participatory training melalui ceramah interaktif dan diskusi partisipatif berpotensi meningkatkan pengetahuan dan memperkuat kesadaran terhadap budaya keselamatan kerja pada driver ambulans. Pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai strategi edukasi K3 yang aplikatif dalam mendukung keselamatan dan kualitas layanan ambulans. Kata kunci: ambulans, driver, edukasi, keselamatan kerja, participatory training _____________________________________________________________ Abstract Background: Ambulance drivers play a critical role in emergency medical services but are exposed to multiple occupational hazards, including road traffic accidents, work-related fatigue, and environmental and biological risks. Adequate occupational safety and health (OSH) knowledge and awareness are therefore essential to support safe and effective ambulance operations. Objective: This study aimed to improve OSH knowledge and safety awareness among Muhammadiyah ambulance drivers through a participatory training approach. Method: The intervention was conducted on January 4, 2026, at Universitas Muhammadiyah Klaten, Indonesia, involving 51 drivers affiliated with Ambulans Layanan Umat Muhammadiyah (LautMu) in Klaten Regency. The training employed a participatory approach combining interactive lectures and facilitated group discussions. Participants' OSH knowledge was assessed before and after the intervention and classified into good and moderate categories. Result: Before the intervention, 34 participants (66.7%) demonstrated good OSH knowledge, while 17 (33.3%) were classified as having moderate knowledge. Following the training, the number of participants with good knowledge increased to 42 (82.4%), whereas those in the moderate category decreased to 9 (17.6%). Conclusion: Participatory training incorporating interactive lectures and discussions was associated with improved OSH knowledge among Muhammadiyah ambulance drivers. Integrating participatory OSH education into ambulance driver capacity-building programs may help strengthen a safety-oriented work culture and support safer emergency ambulance services. Keywords: ambulance drivers; occupational safety and health; participatory training; safety awareness; emergency medical services
Copyrights © 2026