Ikan lele merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki tingkat permintaan tinggi serta memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi, sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu, ketersedian benih yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan budidaya ikan lele. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melalui kegiatan pembenihan yang berperan dalam menghasilkan benih yang bermutu, tersedia secara kontinu, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas budidaya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian hormon ovaprim dengan dosis berbeda terhadap indeks kematangan gonad (IKG) dan waktu laten pemijahan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan Kontrol (tanpa pemberian Ovaprim), Perlakuan A (Dosis Ovaprim 0,4 mL/kg bobot induk), Perlakuan B (Dosis Ovaprim 0,5 mL/kg bobot induk), Perlakuan C (Dosis Ovaprim 0,6 mL/kg bobot induk). Pemberian Ovaprim dengan dosis berbeda derpengaruh nyata terhadap indeks kematangan gonad dan waktu laten pemijahan ikan (P<0,05). Pada kondisi penelitian ini, dosis 0,5 mL/kg bobot induk merupakan dosis paling efektif dalam meningkatakan indek kematangan gonad 12,1% serta mempercepat waktu laten pemijahan 5 jam 27 menit dibandingkan dengan dosis yang diuji lainnya. Kualitas air selama kegiatan penelitian berada pada kisaran yang layak untuk mendukung kegiatan pemijahan ikan lele.
Copyrights © 2026