Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) memiliki peran strategis dalam meningkatkan posisi tawar petani di kawasan hortikultura Kabupaten Wonosobo. Namun, mayoritas KEP saat ini masih berada pada tahap penumbuhan (79,3%) dan menghadapi kendala rendahnya literasi keuangan serta kapasitas manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, menganalisis faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menyusun model konseptual pengembangan KEP. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan strategi sekuensial eksploratori terhadap 14 unit KEP sampel. Alat analisis meliputi matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan skor IFE sebesar 3,63 dan skor EFE sebesar 3,54 yang menempatkan KEP pada Sel I (Grow and Build). Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas utama adalah menjalin kemitraan strategis dan program kemandirian usaha dengan skor TAS 5,92. Model konseptual yang diusulkan adalah transformasi KEP menuju Korporasi Petani melalui penguatan tata kelola bisnis profesional dan sinergi hulu-hilir.
Copyrights © 2026