Reksa dana pendapatan tetap merupakan instrumen investasi yang diminati karena menawarkan tingkat risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, perubahan kondisi ekonomi dan suku bunga dapat memengaruhi kinerjanya sehingga diperlukan evaluasi berbasis risiko sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja reksa dana pendapatan tetap menggunakan metode Sharpe Ratio dan Treynor Ratio selama periode 2022–2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia, dan sumber resmi lainnya. Populasi penelitian berjumlah 344 reksa dana pendapatan tetap, dengan sampel 23 reksa dana yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel memiliki nilai Sharpe Ratio negatif, yang mengindikasikan bahwa tingkat pengembalian belum mampu melampaui tingkat pengembalian bebas risiko. Berdasarkan Sharpe Ratio, Manulife Dana Tetap Utama memperoleh kinerja terbaik dengan rata-rata nilai -0,28. Sementara itu, berdasarkan Treynor Ratio, Sucorinvest Stable Fund menunjukkan kinerja terbaik dengan rata-rata nilai 0,48. Penggunaan kedua metode memberikan penilaian kinerja yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan risiko total dan risiko sistematis.
Copyrights © 2026