Industri mikro dan kecil (IMK) merupakan UMKM merupakan bagian vital dari perekonomian Indonesia karena kemampuannya untuk mempekerjakan orang dan mendukung bisnis lokal. Namun demikian, hambatan tetap ada bagi UMKM di bidang inovasi, penggunaan internet, ukuran tenaga kerja, dan biaya tenaga kerja, yang semuanya berkontribusi pada kurangnya nilai tambah. Dengan penelitian ini, kami ingin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana inovasi, penggunaan internet, ukuran tenaga kerja, dan pengeluaran tenaga kerja memengaruhi nilai yang dihasilkan oleh UMKM di Indonesia. Data yang digunakan di sini adalah data sekunder yang mencakup 34 provinsi di Indonesia dari tahun 2018 hingga 2023 yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini membagi kerangka waktu yang dipertimbangkan menjadi dua model: satu untuk tahun 2018–2020 dan satu lagi untuk tahun 2020–2023. Teknik regresi data panel yang dikenal sebagai Model Efek Tetap (FEM) digunakan untuk penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa inovasi, penggunaan internet, ukuran tenaga kerja, dan biaya tenaga kerja semuanya memengaruhi nilai tambah UMKM di kedua periode waktu tersebut. Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jumlah karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap nilai tambah mereka antara tahun 2018 dan 2020, sedangkan inovasi, penggunaan internet, dan pengeluaran tenaga kerja tidak berpengaruh. Selama periode 2020 hingga 2023, nilai tambah UMKM dipengaruhi secara positif oleh penggunaan internet dan dipengaruhi secara negatif oleh pengeluaran tenaga kerja. Sementara itu, antara tahun 2020 dan 2023, nilai tambah UMKM tidak terpengaruh oleh inovasi atau jumlah karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa, setelah pandemi COVID-19, penggunaan internet telah muncul sebagai komponen penting yang mendorong penciptaan nilai UMKM.
Copyrights © 2026