Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan identitas sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahasa terhadap pembentukan identitas sosial dalam perspektif filsafat bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan dengan filsafat bahasa, sosiolinguistik, serta identitas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa berperan dalam membentuk cara individu memahami dirinya dan posisinya dalam masyarakat. Penggunaan bahasa, baik melalui dialek, bahasa daerah, maupun variasi bahasa lainnya, menjadi penanda identitas yang membedakan individu atau kelompok sosial tertentu. Dalam perspektif filsafat bahasa, khususnya pemikiran Ludwig Wittgenstein, makna bahasa ditentukan oleh penggunaannya dalam konteks sosial sehingga bahasa tidak hanya mencerminkan realitas sosial, tetapi juga membentuk realitas tersebut. Di era digital, bahasa semakin berperan dalam membangun citra diri dan menunjukkan keanggotaan seseorang dalam komunitas tertentu. Dengan demikian, bahasa merupakan unsur penting dalam proses pembentukan identitas sosial serta memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan individu dan masyarakat.
Copyrights © 2026