Perkembangan moral anak usia dini perlu dibentuk sejak masa golden age karena pada tahap ini anak mudah meniru perilaku dari lingkungan sekitarnya. Perkembangan teknologi, penggunaan media sosial, pengaruh gadget, serta kurangnya dukungan lingkungan keluarga dapat memunculkan berbagai persoalan moral pada anak. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting sebagai teladan moral melalui penerapan etika profesi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi etika profesi guru melalui strategi pembiasaan dan keteladanan dalam membentuk moral anak usia dini di RA Muslimat NU Wangandowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengimplementasikan etika profesi melalui sikap disiplin, tanggung jawab, sabar, komunikatif, serta mampu menjadi teladan bagi anak. Strategi pembiasaan dilakukan melalui kegiatan rutin seperti berdoa, mengucapkan salam, antre, serta membiasakan anak berkata tolong, maaf, dan terima kasih. Strategi keteladanan ditunjukkan melalui perilaku jujur, peduli, empati, dan menghargai orang lain. Implementasi tersebut berdampak positif terhadap perkembangan moral anak, terutama dalam meningkatkan sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan etika profesi guru sebagai dasar pelaksanaan pembiasaan dan keteladanan moral dalam konteks pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islami. Faktor pendukung penelitian ini adalah budaya sekolah Islami dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambatnya meliputi pengaruh gadget, kurangnya dukungan orang tua, dan perbedaan karakter anak.
Copyrights © 2026