Bermain merupakan kebutuhan dasar sekaligus media pembelajaran utama bagi anak usia dini, namun di lapangan masih banyak pendidik yang belum sepenuhnya memahami landasan teoretis di balik praktik bermain yang mereka terapkan. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi teori bermain klasik dan modern dalam pembelajaran anak usia dini di KB Qomaruddin Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua guru sebagai informan kunci dan satu kepala sekolah sebagai informan pendukung, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil menunjukkan teori bermain klasik dan modern diterapkan secara bersamaan dan saling melengkapi: Surplus Energy Theory dari Spencer paling dominan menyalurkan energi anak, sementara teori modulasi mengelola tingkat stimulasi melalui tugas alternatif. Penelitian ini berkontribusi menghubungkan praktik bermain secara utuh pada dua generasi teori bermain dalam satu lembaga PAUD nonformal.
Copyrights © 2026