Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inovasi pengembangan kurikulum berbasis muatan lokal Banyumas dalam memperkuat identitas budaya anak usia dini melalui pembelajaran yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta studi dokumentasi terhadap kurikulum operasional satuan pendidikan, modul ajar, dan perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kurikulum dilakukan dengan mengintegrasikan muatan lokal Banyumas ke dalam berbagai aktivitas pembelajaran, seperti pengenalan bahasa Banyumasan, permainan tradisional, kesenian daerah, cerita rakyat, kuliner khas, serta pembiasaan nilai-nilai budaya lokal melalui pendekatan bermain, eksploratif, dan pembelajaran berbasis proyek. Implementasi kurikulum didukung oleh kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat sehingga menciptakan pengalaman belajar yang autentik, kontekstual, dan bermakna bagi anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis muatan lokal berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman, penghargaan, dan kebanggaan anak terhadap budaya daerah serta memperkuat identitas budayanya sejak usia dini.
Copyrights © 2026