Kemampuan self-regulation penting dikembangkan sejak usia dini karena berpengaruh terhadap kesiapan belajar, perkembangan sosial-emosional, serta kemampuan anak dalam mengelola perilaku, emosi, dan perhatian selama proses pembelajaran. Peran guru menjadi faktor penting dalam memberikan stimulasi yang tepat melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan pembiasaan di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam menstimulasi self-regulation anak usia dini di RA Al Wathoniyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tiga guru kelas serta kepala sekolah, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan, fasilitator lingkungan belajar, scaffolder, ko-regulator, dan evaluator perkembangan regulasi diri anak. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan rutinitas, pemberian instruksi bertahap, pemodelan pengelolaan emosi, pemberian penguatan positif, serta pendampingan saat anak menghadapi kesulitan. Faktor pendukung meliputi pengalaman guru, budaya sekolah yang kondusif, dan dukungan kepala sekolah, sedangkan hambatan utama adalah minimnya pelatihan tentang self-regulation.
Copyrights © 2026