Pengembangan literasi dasar pada anak usia dini merupakan pondasi krusial keberhasilan akademik selanjutnya. Penelitian studi kasus kualitatif ini bertujuan menganalisis peran guru dalam menstimulasi kemampuan literasi dasar anak usia 5-6 tahun menggunakan media buku cerita. Riset berlokasi di Kelas B3 TK Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Samarinda. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi portofolio anak, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan guru menjalankan peran multi-dimensional strategis sebagai storyteller interaktif, fasilitator lingkungan kaya aksara berbasis cerita, dan evaluator diagnostik perkembangan anak. Media buku cerita berfungsi sebagai jangkar kontekstual efektif yang merangsang aspek literasi reseptif (menyimak dan memahami cerita) sekaligus literasi ekspresif (berbicara dan meniru bentuk huruf) anak. Pendekatan scaffolding diterapkan secara proporsional sebagai pendukung untuk menjembatani hambatan keaksaraan awal secara individual. Implikasi penelitian menegaskan bahwa integrasi buku cerita dengan media taktil mampu meminimalkan hambatan pengenalan keaksaraan awal pada anak usia dini secara bermakna dan menyenangkan.
Copyrights © 2026