Tradisi tafsir pesantren merupakan bagian penting dari perkembangan tafsir Al-Qur’an di Nusantara, tetapi sebagian karya yang lahir dari lingkungan pesantren masih tersimpan dalam bentuk manuskrip dan belum banyak dikaji secara metodologis. Penelitian ini mengkaji At-Tibyan Fi Tafsir Ayatil Ahkam Min al-Qur’an karya K.H. Achmad Nasrullah Abdurrohim Chasbullah dari Tambakberas Jombang, khususnya juz 2, dengan fokus pada sistematika dan ketepatan metodologis penafsirannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan deskriptif-analitis dengan menganalisis struktur penyajian, sumber rujukan, metode penafsiran, serta penyajian kandungan hukum. Tafsir Ayat al-Ahkam karya Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī digunakan sebagai pembanding karena memiliki karakter tafsir fiqhi yang sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa At-Tibyan memiliki orientasi kuat sebagai tafsir ayat-ayat hukum. Sistematika penafsirannya meliputi penyajian ayat, asbāb al-nuzūl, penjelasan mufradāt, pembahasan Mas’alah, perbandingan pendapat mazhab beserta argumentasinya, dan rangkuman hukum melalui Irsyād al-Āyāt. Dari aspek metodologis, At-Tibyan menunjukkan kekuatan dalam mengidentifikasi persoalan hukum dan menyajikan perbedaan pendapat fikih. Namun, dokumentasi sumber rujukan, khususnya dalam penjelasan kebahasaan, belum tampak secara eksplisit dan sedetail al-Ṣābūnī. Selain itu, At-Tibyan cenderung langsung memasuki pembahasan hukum tanpa memberikan uraian makna umum ayat secara khusus. Temuan ini menunjukkan bahwa At-Tibyan memiliki ketepatan metodologis yang kuat dalam konstruksi tafsir hukum, tetapi masih memiliki ruang pengembangan pada aspek keterlacakan sumber dan kelengkapan penyajian makna ayat.
Copyrights © 2025