Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Konsep Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) dalam Bimbingan dan Konseling Islami di Perguruan Tinggi Bayu Fermadi; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Aina Noor Habibah; Moh. Hasan Fauzi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Nur Rahma Shanty
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i1.427

Abstract

Permasalahan kesehatan mental dan spiritual di kalangan mahasiswa meningkat, sementara layanan bimbingan dan konseling konvensional di perguruan tinggi seringkali belum terintegrasi secara maksimal dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi kebutuhan mendasar sebagian besar mahasiswa Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) sebagai pendekatan integratif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) di perguruan tinggi. Program dilaksanakan di Universitas X melalui serangkaian kegiatan: (1) Pelatihan dan workshop bagi konselor dan peer counselor tentang teknik konseling berbasis Tazkiyatun Nafs, (2) Pengembangan modul panduan singkat, dan (3) Penyediaan layanan konseling kelompok tematik yang mengintegrasikan konsep Muhasabah (introspeksi), Mujahadah an-Nafs (perjuangan melawan hawa nafsu), dan Riyadhah (latihan spiritual). Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 15 konselor/calon konselor dan 30 mahasiswa sebagai klien sukarela. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi konselor dalam melakukan asesmen spiritual dan pendekatan yang lebih holistik. Mahasiswa peserta konseling melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan, serta peningkatan self-awareness dan ketenangan batin. Diskusi menggarisbawahi bahwa integrasi Tazkiyatun Nafs memberikan kerangka konseptual yang kaya dan praktis untuk memperkuat dimensi psiko-spiritual dalam konseling kampus, sesuai dengan konteks budaya-religius Indonesia. Disimpulkan bahwa implementasi konsep ini dapat mengoptimalkan peran BKI dalam membangun ketahanan mental-spiritual mahasiswa.
Fun Learning Tasawuf: Model Pembelajaran Nilai-Nilai Akhlak Tasawuf untuk Anak Usia Dini melalui Pendekatan Multisensori Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Moh. Hasan Fauzi; Aina Noor Habibah; Chafidz Kusnindar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 1 (2025): September : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i4.433

Abstract

Penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Nilai-nilai tasawuf seperti syukur, sabar, jujur, dan cinta kasih memiliki potensi besar untuk dikenalkan pada anak, namun sering dianggap abstrak dan sulit dipahami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model “Fun Learning Tasawuf” yang menggunakan pendekatan multisensori (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak tasawuf kepada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Mawar, Kota Malang, dengan melibatkan 25 anak usia 4-6 tahun, 5 guru, dan 15 orang tua. Metode pelaksanaan berupa pelatihan guru, pembuatan media pembelajaran multisensori (seperti sensory box “Syukur”, puzzle “Sabar”, lagu “Ikhlas”), serta pembelajaran langsung berbasis bermain. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman anak terhadap konsep nilai-nilai tasawuf yang diajarkan. Anak-anak mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sederhana. Diskusi menggarisbawahi bahwa pendekatan multisensori yang menyenangkan efektif menjembatani konsep spiritual yang abstrak menjadi pengalaman konkret bagi anak. Model ini juga meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam mengajarkan nilai-nilai moral. Disimpulkan bahwa “Fun Learning Tasawuf” merupakan model inovatif yang layak dikembangkan untuk pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan spiritual Islam.
Akhlak Tasawuf Lokal Dan Universal: Studi Kasus Integrasi Mistisisme Jawa Dan Ajaran Al-Ghazali Di Madrasah Bayu Fermadi; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Aina Noor Habibah; Moh. Hasan Fauzi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Ali Asfiyak
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2025): Oktober : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i5.428

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses sintesis antara tasawuf universal yang diwakili oleh pemikiran Imam Al-Ghazali dengan nilai spiritual lokal Jawa dalam konteks pendidikan madrasah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana integrasi mistisisme Jawa dan ajaran tasawuf Al-Ghazali dapat diterapkan dalam pendidikan madrasah tanpa menghilangkan esensi ajaran tasawuf maupun kearifan lokal Jawa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat titik temu epistemologis antara tasawuf Al-Ghazali dengan spiritualitas Jawa, terutama dalam aspek maqamat (tingkatan spiritual), konsep makrifat, dan etika sosial. Penelitian ini menemukan bahwa model integrasi yang tepat dapat memperkaya pembelajaran akhlak-tasawuf di madrasah dengan tetap mempertahankan otentisitas ajaran Islam. Implikasi pedagogis dari temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan kontekstual yang menghargai kearifan lokal sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip tasawuf universal.
Mistisisme Maskulin dan Spiritualitas Feminin: Reinterpretasi Metafora Gender dalam Teks Tasawuf Klasik dan Kontemporer Moh. Hasan Fauzi; Aina Noor Habibah; Misbachul Munir; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Yuni Pangestutiani; Nur Rahma Shanty
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 4 (2025): Agustus : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i4.445

Abstract

Artikel ini mengkaji metafora gender dalam teks tasawuf klasik dan kontemporer dengan menempatkannya dalam kerangka hermeneutik-filosofis. Berangkat dari kritik terhadap pembacaan patriarkal yang cenderung memahami gender secara biologis dan hierarkis, penelitian ini menegaskan bahwa dalam tradisi tasawuf, kategori maskulin dan feminin berfungsi sebagai prinsip metafisik dan kosmologis yang bersifat simbolik dan komplementer. Melalui analisis terhadap pemikiran Ibn ʿArabī, khususnya konsep wahdat al-wujud dan gagasan keperempuanan ilahi, artikel ini menunjukkan bahwa tasawuf mengafirmasi kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Pembacaan ini kemudian didialogkan dengan reinterpretasi feminis kontemporer, terutama melalui kontribusi Saʿdiyya Shaikh, serta konteks keindonesiaan melalui gagasan sufisme-feminisme KH. Husein Muhammad. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menyediakan ruang hermeneutik yang signifikan untuk mendekonstruksi hierarki gender yang terbangun dalam historiografi dan praktik keagamaan Islam. Meskipun demikian, artikel ini juga menyoroti tantangan pembacaan feminis tasawuf, terutama risiko romantisasi tradisi dan ketegangan antara universalisme spiritual dan realitas sosial. Dengan demikian, tasawuf dipahami tidak hanya sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai sumber etis dan epistemik yang relevan bagi pengembangan wacana keadilan gender dalam Islam kontemporer.
NALAR KRITIS KEMAKSUMAN IMAM ; Studi Tafsir Al Mizan Karya al Thabathaba’i Tentang Imamah Misbachul Munir; Nur Rahma Shanty; M. Luqman Hakim
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2026): TEO-SUFISME
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v12i1.2323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kemaksuman imam (‘iṣmah al-imāmah) dalam perspektif Syiah melalui penafsiran Muhammad Husein Thabathaba’i dalam Tafsir al-Mīzān. Perbedaan teologis antara Syiah dan Sunni, khususnya terkait doktrin imamah, telah menjadi isu penting dalam diskursus keislaman dan kerap memicu konflik di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Salah satu doktrin fundamental Syiah adalah keyakinan bahwa imam memiliki sifat maksum, yaitu terjaga dari dosa dan kesalahan, yang diposisikan sebagai bagian dari prinsip dasar agama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tematik (maudhu’i), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan imamah sebagaimana ditafsirkan dalam Tafsir al-Mīzān. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thabathaba’i memandang imamah sebagai anugerah ilahi yang diberikan kepada individu terpilih setelah melalui serangkaian ujian spiritual, sebagaimana tercermin dalam penafsiran QS. al-Baqarah [2]: 124. Ia menegaskan bahwa imam memiliki pengetahuan mendalam tentang realitas metafisik (malakūt) serta memperoleh kemaksuman sebagai karunia Allah (al-mauhubah). Konsep ini selaras dengan doktrin Syiah yang menempatkan imam sebagai otoritas spiritual dan intelektual tertinggi dalam membimbing umat. Selain itu, corak penafsiran Thabathaba’i menunjukkan pengaruh kuat latar belakang mazhabnya, yang dipadukan dengan pendekatan filosofis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperjelas konstruksi teologis konsep kemaksuman imam dalam tafsir Syiah serta relevansinya dalam kajian keislaman kontemporer.
METODE TAFSIR AT-TIBYAN; KAJIAN FILOLOGIS TERHADAP MANUSKRIP TAFSIR PESANTREN TAMBAK BERAS Misbachul Munir
Bahasa Indonesia Vol 11 No 2 (2025): TASAWUF
Publisher : Program Studi Ilmu Tasawuf Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/spiritualis.v11i2.2780

Abstract

Tradisi tafsir pesantren merupakan bagian penting dari perkembangan tafsir Al-Qur’an di Nusantara, tetapi sebagian karya yang lahir dari lingkungan pesantren masih tersimpan dalam bentuk manuskrip dan belum banyak dikaji secara metodologis. Penelitian ini mengkaji At-Tibyan Fi Tafsir Ayatil Ahkam Min al-Qur’an karya K.H. Achmad Nasrullah Abdurrohim Chasbullah dari Tambakberas Jombang, khususnya juz 2, dengan fokus pada sistematika dan ketepatan metodologis penafsirannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dan deskriptif-analitis dengan menganalisis struktur penyajian, sumber rujukan, metode penafsiran, serta penyajian kandungan hukum. Tafsir Ayat al-Ahkam karya Muhammad ‘Alī al-Ṣābūnī digunakan sebagai pembanding karena memiliki karakter tafsir fiqhi yang sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa At-Tibyan memiliki orientasi kuat sebagai tafsir ayat-ayat hukum. Sistematika penafsirannya meliputi penyajian ayat, asbāb al-nuzūl, penjelasan mufradāt, pembahasan Mas’alah, perbandingan pendapat mazhab beserta argumentasinya, dan rangkuman hukum melalui Irsyād al-Āyāt. Dari aspek metodologis, At-Tibyan menunjukkan kekuatan dalam mengidentifikasi persoalan hukum dan menyajikan perbedaan pendapat fikih. Namun, dokumentasi sumber rujukan, khususnya dalam penjelasan kebahasaan, belum tampak secara eksplisit dan sedetail al-Ṣābūnī. Selain itu, At-Tibyan cenderung langsung memasuki pembahasan hukum tanpa memberikan uraian makna umum ayat secara khusus. Temuan ini menunjukkan bahwa At-Tibyan memiliki ketepatan metodologis yang kuat dalam konstruksi tafsir hukum, tetapi masih memiliki ruang pengembangan pada aspek keterlacakan sumber dan kelengkapan penyajian makna ayat.