Kecurangan akademik (academic cheating) merupakan ancaman serius bagi integritas pendidikan, khususnya di tingkat pendidikan sekolah menengah yang siswanya berada dalam pembentukan identitas akademik dan moral. Penelitian ini bertujuan menganalisa peran self efficacyterhadap kecenderungan academic cheating pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 108 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala likert untuk mengukur self efficacy dan academic cheating. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Kedua instrumen menunjukkan reliabilitas tinggi dengan skor alpha = .864 dan alpha = .897. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dan academic cheating (r = -.326; p = .003). Self efficacy terbukti sebagai prediktor signifikan dengan kontribusi sebesar 10,1% terhadap variasi academic cheating (R2 = .101). Temuan penelitian menegaskan self efficacy berperan sebagai faktor protektif dalam perilaku integritas siswa, meskipun academic cheating merupakan fenomena yang bersifat multidimensional. Penelitian ini menegaskan bahwa self efficacy mampu menjadi pondasi preventif secara psikologis dalam penguatan budaya integritas akademik di sekolah menengah. Penguatan self efficacy perlu dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling sebagai upaya membangun kejujuran dan integritas akademik siswa.
Copyrights © 2026