Penggunaan berlebihan pupuk dan pestisida kimia menimbulkan dampak negatif pada lingkungan seperti penurunan kualitas tanah dan pencemaran. Biosaka, cairan alami dari ekstrak tanaman liar, dikembangkan sebagai solusi ramah lingkungan untuk memperkuat daya tahan tanaman. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan penyuluhan Biosaka di Kelompok Wanita Tani (KWT) Binangkit, Desa Sukasari, dengan fokus pada faktor pendukung, hambatan, dan perubahan sikap anggota setelah program. Metode kualitatif deskriptif dengan purposive sampling melibatkan penyuluh, ketua, dan anggota KWT, menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan penyuluhan efektif melalui ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Dukungan motivasi peserta dan kelembagaan menjadi penunjang utama, sementara keterbatasan waktu dan sarana menjadi kendala. Program berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung perubahan perilaku ramah lingkungan, sehingga berkontribusi pada pengembangan penyuluhan pertanian.
Copyrights © 2025