Perubahan geopolitik Indo-Pasifik meningkatkan tekanan strategis terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara dan menuntut ASEAN memperkuat sentralitasnya di tengah rivalitas kekuatan besar. Indonesia, sebagai negara dengan kapasitas diplomasi dan legitimasi kawasan yang kuat, berupaya memperkuat kepemimpinannya melalui strategi yang mencakup diplomasi politik-keamanan, diplomasi ekonomi, dan pemanfaatan soft power. Artikel ini menganalisis bagaimana peran Indonesia dibangun melalui implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), penguatan ASEAN Political-Security Community, serta perluasan kerja sama ekonomi dan digital sebagai fondasi ketahanan kawasan. Penelitian menggunakan metode studi literatur untuk menelaah teori, dokumen regional, serta temuan empiris terkait dinamika geopolitik dan peran Indonesia di ASEAN. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengonsolidasikan kepemimpinan melalui penguatan norma kawasan, fasilitasi dialog, dan pengembangan kerja sama konkret yang adaptif terhadap tantangan keamanan tradisional maupun non-tradisional. Meskipun menghadapi hambatan berupa fragmentasi kepentingan negara anggota dan krisis regional seperti konflik Myanmar, pendekatan diplomasi inklusif dan moderat menjadikan Indonesia aktor kunci dalam menjaga kohesi dan stabilitas ASEAN. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia bersifat komprehensif, visioner, dan relevan bagi arsitektur Indo-Pasifik yang terus berubah.
Copyrights © 2025