Perkembangan pesat ilmu dan teknologi biomedis telah membawa perubahan signifikan dalam praktik kesehatan sekaligus memunculkan berbagai dilema moral yang kompleks. Inovasi seperti rekayasa genetika, transplantasi organ, teknologi reproduksi berbantu, serta perdebatan seputar euthanasia menuntut kejelasan etis yang tidak dapat dipenuhi oleh pendekatan medis semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika biomedis dalam perspektif kemanusiaan dan keagamaan melalui pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan kedokteran, filsafat moral, hukum kesehatan, dan teologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi literatur dari publikasi ilmiah bereputasi periode 2020–2025. Data dianalisis secara tematik menggunakan analisis isi untuk mengkaji keterkaitan antara prinsip bioetika universal dan nilai-nilai teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip otonomi, kemanfaatan, tidak merugikan, dan keadilan memiliki titik temu yang signifikan dengan nilai-nilai keagamaan, baik dalam Islam maupun Kristen, terutama dalam penekanan pada perlindungan kehidupan dan martabat manusia. Pendekatan multidisipliner memungkinkan pemahaman etika biomedis yang lebih utuh, kontekstual, dan responsif terhadap realitas masyarakat plural. Kajian ini menegaskan bahwa etika biomedis berfungsi sebagai panduan moral reflektif dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi kesehatan dan nilai kemanusiaan serta keagamaan di era biomedis modern.
Copyrights © 2025