Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk sikap dan kesadaran beragama remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga, perkembangan kesadaran beribadah pada remaja akhir, serta pengaruh keharmonisan keluarga terhadap semangat keberagamaan mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai responden kuesioner terbuka, serta tiga mahasiswa beserta orang tuanya sebagai informan wawancara yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui Google Form dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai agama dilakukan melalui diskusi terbuka, nasihat, keteladanan, dan pembiasaan ibadah. Sebanyak 56% responden menyatakan pendekatan diskusi dan nasihat menjadi metode yang paling dominan serta lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif. Sebagian besar responden (84%) telah menjalankan ibadah atas dasar kesadaran pribadi setelah mengalami proses internalisasi nilai-nilai agama sejak masa kanak-kanak. Seluruh responden juga mengakui bahwa keharmonisan keluarga berpengaruh terhadap semangat beragama karena menciptakan dukungan emosional dan suasana yang kondusif bagi penghayatan nilai-nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa keluarga tetap memiliki peran sentral dalam membentuk karakter religius remaja akhir.
Copyrights © 2026