Perkembangan teknologi digital membawa perubahan mendasar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam memengaruhi motivasi belajar siswa. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis dinamika motivasi belajar siswa di era digital dengan mengintegrasikan teori-teori motivasi utama Self-Determination Theory (SDT), Achievement Goal Theory (AGT), Self-Efficacy Theory, dan ARCS Model serta mengaitkannya dengan temuan empiris dari penelitian nasional maupun internasional. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital melalui gamifikasi, e-learning, dan Learning Management System (LMS) terbukti meningkatkan motivasi belajar apabila diintegrasikan ke dalam desain pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan psikologis siswa. Sebaliknya, distraksi digital, technostress, cyber-prokrastinasi, dan kesenjangan akses menjadi ancaman nyata yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan lintas dimensi. Dalam konteks Indonesia, jarak antara kebijakan transformasi digital dan realitas implementasi di lapangan masih cukup lebar akibat ketimpangan infrastruktur dan rendahnya kapasitas pedagogis pendidik. Kajian ini merekomendasikan integrasi teori motivasi dalam perancangan pembelajaran digital, penguatan literasi digital pendidik, serta pengembangan penelitian longitudinal berbasis konteks lokal.
Copyrights © 2026