Latar Belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Data Riset Kesehatan tahun 2018 menunjukkan kejadian hipertensi dari hasil pengukuran pada penduduk umur >18 tahun mengalami peningkatan yang sebelumnya pada Riskesdas 2013 sebesar 25,8% bertambah menjadi 34,1%. Data Dinas Kesehatan Ketapang hipertensi tahun 2022 yaitu 19,910 jiwa dan kasus hipertensi tertinggi di Puskesmas Tuan- Tuan sebanyak 2.570 jiwa. Obesitas dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada dewasa muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian Hipertensi pada dewasa muda di wilayah Puskesmas Tuan-Tuan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan responden sebanyak 120 responden Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%). Hasil: Penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas (PR= 1,526) dan aktivitas fisik (PR= 2,047) dengan kejadian hipertensi (p value ≤ 0,05). Kesimpulan: Obesitas dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko hipertensi. Diperlukan upaya promotif dan preventif pada usia dewasa muda untuk menjaga body mass index dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Copyrights © 2023