Latar Belakang: Merkuri (Hg) adalah bahan kimia yang bersifat neurotoksik. Bahan ini dimanfaatkan dalam kegiatan pengolahan emas oleh para penambang emas tanpa izin (PETI) yang berada di Desa Bakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat ancaman kesehatan akibat paparan merkuri pekerja tambang yang ada di Desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara. Metode: Metode penelitian yaitu deskriptif analitik dengan melibatkan 30 responden yang diperoleh dengan metode accidental sampling. Wawancara dilakukan untuk mengetahui penggunaan APD dan penyakit yang dialami. Pengambilan sampel rambut dilakukan terhadap pekerja tambang yang berhubungan secara langsung maupun yang tidak langsung dengan merkuri. Sampel rambut diuji Total Merkuri (T-Hg) di Balai Kesehatan Kota Makassar dengan menggunakan metode ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry). Hasil: Terdapat tiga responden yang kadar Hg pada rambut melebihi ambang batas (Hg>1). Terdapat 15 responden (50%) yang mengalami gangguan pencernaan dalam 2 minggu terakhir seperti terdapat luka pada rongga mulut, terasa logam di mulut, mual/muntah, mulas/sakit perut, diare/mencret. Tidak ada responden yang menggunakan APD yang lengkap. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa merkuri menjadi ancaman Kesehatan para pekerja karena sudah ditemukan pada rambut dan berdampak terhadap Kesehatan. Disarankan agar penambang harus menggunakan APD yang lengkap (Masker pernafasan khusus, kacamata, sarung tangan karet, sepatu boot, pakaian panjang, helem dan pelindung wajah) dan disiplin pada saat bekerja. Disarankan kepada pihak yang berwenang untuk tetap melakukan pemantauan kesehatan pekerja dan pemantauan lingkungan
Copyrights © 2023