Operator las merupakaan pekerjaan padat karya yang membutuhkan keterampilan tinggi serta intensitas fisik tinggi. Pekerjaan ini memiliki risiko tinggi mengalami gangguan faal paru. Risiko ini tidak semata-mata disebabkan oleh pajanan fume logam; melainkan merupakan kondisi multifaktorial. Karakteristik individu, faktor pekerjaan, dan perilaku individu semuanya memainkan peran penting sebagai risiko gangguan faal paru yang dihadapi oleh operator las. Memahami faktor risiko ini merupakan langkah penting dalam manajemen risiko yang efektif. Metode: Artikel ini mengidentifikasi faktor risiko yang berkontribusi terhadap gangguan faal paru dengan menggunakan metode tinjauan sistematis PRISMA, menganalisis artikel dari Scopus, PubMed, Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, dan BMJ Publishing. Hasil: Karakteristik individu yang terbukti berhubungan dengan gangguan faal paru meliputi usia, IMT, kelainan anatomi, riwayat sindrom metabolik, pajanan kerja sebelumnya, dan riwayat asma. Faktor risiko pekerjaan mencakup lama kerja, tingkat pajanan fume logam serta partikel di udara, kerja shift, dan komitmen perusahaan. Terakhir, faktor perilaku yang berkontribusi terhadap gangguan faal paru meliputi kebiasaan merokok, penggunaan APD, dan aktivitas fisik. Kesimpulan: Beberapa studi menegaskan bahwa gangguan faal paru disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu karakteristik individu, faktor risiko pekerjaan, dan faktor risiko perilaku.
Copyrights © 2025